Kegiatan Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh CV. Metro Press Indonesia dengan beralamat di Provinsi Riau. kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melihat banyaknya problematika di dunia pendidikan di era digital sekarang. Webinar Nasional langsung di Narasumberi oleh bapak Edriagus Saputra, S.Th.I.,M.Ag., C.ITQ.,C.ITE dari Dosen STAIN Mandailing Natal, Sumatera Utara serta di Moderatori oleh kak Ramadhani, M.Pd dari Metro Press Indonesia, Riau.
Webinar ini diadakan sebagai bentuk menanggapi setiap masalah pada peserta didik, baik dirumah maupun disekolah yang gedjet sangat memberikan pengaruh besar pada didikan anak. Selain itu, Gedjet yang diberikan kepada anak oleh orang tua tanpa diberikan pengawasan yang ketat dan hanya diberikan secara total dan tanpa penjagaan, sehingga sering kali anak-anak menonton kontens maupun iklan yang semestinya belum pantas untuk dikonsumsi oleh anak diusia dini. Selain itu, kadangkala karena kesibukan orang tua dengan pekerjaannya dirumah maupun agar anak tidak reseh dan tidak mengganggu pekerjaan orang tuanya, maka diberikan gedjet, hal ini merupakan sebuah solusi yang baik untuk anak dan akan berdampak fatal untuk perkembangan anak baik secara fisik maupun mental.
Anak yang selalu dan keseringan menggunakan gedjet dalam sehariannya, maka akan memberikan dampak secara fisik, mental maupun interaksi serta sosialisasinya dengan sekitarnya. Misal anak berumur 1 tahun-5 tahun yang telah kecanduangan gedjet, bisa jadi anak yang bersangkutan telat dalam proses bicaranya (speak delay), akan berdampak pada kosa kata yang didapatkan plagiarisme dan tidak mampu untuk inovatif dan kurang mampu berinteraksi dengan orang lain, dan bahkan kurangnya sosialisasi seorang anak dengan lingkungan sekitar. Kemudian, juga berdampak pada mata anak, karena terlalu lama menatap layar, sehingga mata anak yang bersangkutan akan cepat rusak. oleh karena itu, sejak dini perlu diatasi dengan baik sehingga tidak memiliki penyesalan dimasa depan nantinya.
oleh karena itu, sebagai agama Islam yang juga memiliki peran penting terhadap pendidikan umatnya, perlu menyikapi hal ini dengan memberikan sosialisasikan kepada orang tua maupun sekolah dengan bijak menggunakan gedjet terkhususnya terhadap proses pendidikan anak. Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan رَبُّوا أَوْلَادَكُمْ لِزَمَانٍ غَيْرِ زَمَانِكُمْ " didiklah anak kalian sesuai dengan zamannya bukan zaman kalian. Jika kita lihat kondisi zaman sekarang, banyak orang tua mereka mendidik anaknya disamakan dengan zamannya dahulu dididik, "ayah, bunda dahulu seperti ini, itu diajarkan..". hal ini perlu disikapi dengan maksimal, karena ada kalanya pendidikan diera dahulu itu baik dan memberikan manfaat, namun adakalanya perlu memiliki kolaborasi yang baik dan disesuaikan dengan zamannya terhadap mendidik anak tersebut. Jika dirujuk kembali, dampak dari teknologi bagi anak juga memiliki pengaruh positif dan negatif, namun hal tersebut kembali kepada orang tua dan guru mampu mengimbangi teknologi tersebut, sehingga teknologi memberikan manfaat kepada anak dalam rumah tangga.
Di era sekarang, teknologi dan digitalisasi merupakan sesuatu yang telah membumi di kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, orang tua dan guru juga harus memiliki kapasitas yang bagus dalam menyikapi hal tersebut, sehingga dapat mengimbangi zamannya dari anak yang memerlukan didikan dan arahan dari orang tuanya. Bahkan para guru juga wajib memiliki kapasitas yang profesional dalam dunia teknologi, hal tersebut dapat dikolaborasikan antara pembelajaran di lokal dengan penggunaan teknologi digital, baik dalam pembelajaran materi, evaluasi maupun dalam bentuk refleksi yang diberikan kepada peserta didik. Hal ini telah disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan maupun turunan dari Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah, agar para guru memiliki keilmuan dan mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi. Dengan mengintegrasikan pembelajaran antara materi yang diajarkan dengan teknologi akan lebih menarik pembelajaran yang diajarkan, meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran, menghilangkan rasa jenuh dan bosan, serta peserta didik mampu memahami materi pembelajaran dengan baik.
Dalam Pendidikan Islam memiliki konsep utama bagi umat Islam, yaitu (1) Membentuk manusia yang beriman, (2) Membentuk manusia yang berilmu, dan (3) Membentuk manusia yang berakhlak. Ketiga hal tersebut telah dijelaskan oleh Allah Swt., dalam Al-Qur'an dan sekaligus wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., yaitu Surat Al-Alaq: 1-5. Bahkan dalam ayat lain juga menjelaskan berapa Allah menghargai orang ynag beriman dan berilmu pengetahuan, sehingga Allah mengangkat derajatnya beberapa deraja (Al-Mujadillah: 11). Selain itu, Rasulullah pun memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu sebagaimana dalam sabdanya: "Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim". Dari Ayat Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad Saw., merupakan landasan utama bagi umat Islam dalam menjadikannya sebagai motivasi dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, bagi setiap umat Islam juga memiliki kewajiban dalam mengembangkan ilmu pengetahuannya sesuai dengan zamannya, sehingga umat Islam tidak bagian dari manusia dan umat yang ketinggalan zaman dan terhindar dari kebodohan, kurang wawasan pengetahuan sesuai dengan eranya.
Namun, dampak terhadap peserta didik dalam dunia pendidikan Islam, maka digital dan teknologi sangat memberikan manfaat yang bagus terhadap perkembangan pendidikan, yaitu (1) Mampu mengakses informasi yang lebih luas, seperti pembelajaran yang edukatif, kreatif, dan tidak membosankan, serta para guru juga mampu mengakses sumber dalam bentuk e-book dan sebagainya. (2) Dapat Belajar secara mendiri dengan adanya teknologi dan digital. (3) Meningkatkan kemampuan dalam litarasi digital bagi anak, sehingga ketika dewasa nanti peserta didik telah memiliki bekal dalam menggunakan media digital dan teknologi. (4) dan Peserta didik tidak hanya belajar di kelas saja, namun bisa melakukan pembelajaran dimana saja dan kapan saja.
Akan tetapi, orang tua dan guru wajib memiliki komunikasi yang baik dari keduanya, sehingga pembelajaran dengan digital berjalan secara maksimal serta sesuai dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan sekali dalam pembelajaran digital oleh Orang tua dan Guru, yaitu (1) Membuat Jadwal yang jelas dalam menggunakan Gedjet bagi anak, (2) Memberikan pendekatan edukatif terhadap pengaruh dari penggunaan media digital kepada anak, (3) Mengajak anak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, sehingga anak memiliki jiwa sosial dan berinteraksi dengan masyarakat disekitarnya, (4) Membuat kesepakatan antara anak dan orang tua untuk jadwal Digital Detox, yaitu sepakan atau sehari tanpa gedjet, hal ini memberikan peluang bagi anak dan orang tua fokus dalam berinteraksi satu sama lain. Karena pendidikan anak tergantung dengan lingkungannya, yaitu Keluarga, Sekolah dan Masyarakat, yang dikenal dengan segi emas pendidikan bagi anak. (sumber: Pendidikan Karakter di Era Milenial dalam Lingkaran Islam {penulis: Edriagus Saputra}).
Dalam hal pendidikan Islam, maka Islam memiliki peran penting untuk memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pendidikan anak, yaitu (1) Menanamkan nilai-nilai Islam dalam menggunakan digitalisasi, sehingga anak tidak menonton dan berinteraksi dengan konten yang tidak layak, (2) Meningkatkan literasi digital Islam kepada anak, seperti ceramah agama, pembelajaran kisah dan lainnya, (3) Media Digital mampu sebagai media dakwah dan menyebarkan syariat Islam secara luas, (4) Dengan adanya digital mampu menghasilkan umat Islam dalam menyalurkan hobi dan bakatnya dalam bentuk konten yang bernilai Islami.
Penulis: Edriagus Saputra, S.Th.I.,M.Ag. (Dosen STAIN Mandailing Natal, Sumatera Utara)



.jpeg)
